Coba perhatikan saat drone lifting atau drone pengangkut bekerja di lahan pertanian. Meski terlihat kuat dan stabil, setiap unit sebenarnya memiliki batas tertentu dalam membawa muatan. Memahami batasan beban drone lifting sangat penting agar operasional tetap aman, efisien, dan tidak membebani komponen utama seperti motor, arm, hingga sistem kendali penerbangan.
Tidak dimungkiri, sebagian operator mengira bahwa drone lifting bisa mengangkat muatan apa pun selama baling-balingnya masih berputar normal. Padahal, setiap drone memiliki kapasitas angkut yang sudah dihitung secara teknis oleh pabrikan. Jika dipaksa melampaui batas tersebut, drone bisa kehilangan stabilitas, boros baterai, bahkan berisiko jatuh ketika mengudara.
Lantas, apa saja batasan bebannya dan bagaimana cara menentukannya di lapangan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca Juga: Ini Pekerjaan yang Butuh Drone Agar Lebih Efisien
Mengapa Drone Lifting Tidak Boleh Membawa Beban Berlebih?

Drone lifting dirancang dengan kombinasi tenaga motor, kapasitas baterai, dan kekuatan rangka tertentu. Beban berlebih akan menimbulkan beberapa risiko sebagai berikut:
Motor Bekerja Terlalu Berat
Saat membawa muatan berlebih, motor harus berputar lebih cepat untuk mempertahankan ketinggian. Efeknya, motor cepat panas, lebih cepat aus, dan akhirnya memperpendek umur pakai drone.
Konsumsi Baterai Meningkat Drastis
Drone dengan beban di luar batas aman bisa menguras baterai hingga 20 sampai 40 persen lebih cepat. Waktu terbang menurun dan potensi pendaratan darurat ikut meningkat.
Stabilitas Terbang Menurun
Beban yang terlalu berat membuat drone lebih mudah terbawa angin, sulit mengunci posisi, atau tidak presisi mengikuti rute penerbangan. Ini sangat berbahaya di area berbukit, berkabut, atau penuh rintangan alami.
Risiko Kecelakaan Lebih Tinggi
Ketika motor atau ESC bekerja di luar batasnya, drone dapat kehilangan tenaga secara tiba-tiba. Risiko jatuh meningkat dan dapat merugikan operator maupun lingkungan sekitar.
Jenis-Jenis Beban yang Umumnya Dibawa Drone Lifting

Agar mudah dikategorikan, berikut jenis beban yang biasanya aman selama masih sesuai kapasitas pabrikan:
Pupuk dan Bibit
Drone lifting lazim digunakan untuk mengangkut karung pupuk atau paket bibit dari titik logistik ke area tanam.
Peralatan Ringan
Seperti alat ukur tanah, botol sampel, peralatan penyulaman, hingga sparepart untuk drone sprayer.
Hasil Panen Ringan
Misalnya sayuran, buah kecil, dan komoditas ringan lainnya yang sulit dijangkau transportasi darat.
Baterai dan Cairan Pendukung Drone Sprayer
Drone lifting membantu mengirim baterai cadangan atau cairan semprot ke titik pengisian yang jauh dari pos utama.
Selama beban tersebut masih dalam batas aman, drone dapat terbang stabil dan kembali ke titik awal tanpa membebani komponen vital.
Cara Menentukan Beban Aman di Lapangan

Faktanya, beban aman untuk diangkut drone lifting sangat bervariasi, tergantung merk. Pada drone berukuran besar seperti DJI Agras T100, kapasitas maksimalnya adalah 100 kg sehingga cocok untuk mengangkut material di lahan luas. Namun, kapasitas maksimal ini bukan berarti harus selalu digunakan. Operator perlu memahami batas ideal agar motor dan ESC tidak bekerja berlebihan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan batas beban aman pada drone lifting:
Kenali Limit Pabrikan
Selalu cek spesifikasi resmi untuk mengetahui kapasitas maksimal dan kapasitas ideal.
Perhatikan Kondisi Angin
Cuaca tenang memungkinkan drone untuk lebih mempertahankan kestabilannya. Namun saat angin kencang, drone perlu waktu dan tenaga lebih untuk mempertahankan keseimbangannya.
Gunakan Margin Keamanan 20 Persen
Jika kapasitas maksimal beban adalah 100 kg, maka sebaiknya hanya gunakan beban harian sekitar 80 kg atau 80%-nya.
Periksa Motor dan Suhu Drone
Jika motor cepat panas atau terasa bekerja sangat berat, muatan mungkin terlalu besar atau distribusinya tidak seimbang.
Kesimpulan
Memahami batasan beban untuk drone lifting sangat penting agar drone tetap aman, stabil, dan efisien dalam membantu pekerjaan pertanian. Dengan operasional yang tepat, drone pengangkut dapat menjadi solusi yang sangat membantu terutama di area sulit dijangkau atau berbukit.
Ingin merasakan langsung bagaimana efisiensi kerja meningkat berkat bantuan drone lifting? Jalatani siap menjadi mitra terbaik Anda!
Jalatani adalah penyedia jasa penyewaan drone pertanian dengan teknologi DJI Agriculture yang sudah terbukti tangguh dan presisi. Ditenagai dukungan operator profesional, Jalatani menghadirkan layanan lifting, mapping, spraying, dan spreading untuk membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan pertanian Anda!Klik Hubungi Kami sekarang untuk terhubung dengan tim kami dan rasakan sendiri kemudahan bertani dengan teknologi modern!

