Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hasil pertanian mengalami penurunan pada tahun 2024. Data menyebutkan bahwa produksi padi (gabah kering giling) pada tahun 2024 adalah sebesar 53,14 juta ton. Ini turun sekitar 1,55% dibandingkan produksi di tahun 2023 yang mencapai 53,98 juta ton.
Selain itu, luas panen juga menyusut sekitar 1,64% dari 10,21 juta hektare menjadi sekitar 10,05 juta hektare. Produksi beras untuk kebutuhan pangan juga turun sekitar 1,54%. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti defisit curah hujan, mundurnya musim tanam, serta gangguan cuaca lainnya. Guna menghadapi kondisi tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan teknologi terkini dalam pertanian, yaitu drone. Bukan sembarangan, namun drone pertanian (agricultural drone).
Mengapa Drone Pertanian Bisa Menjadi Solusi?
Salah satu cara untuk mengatasi penurunan hasil pertanian adalah dengan memanfaatkan drone pertanian. Beberapa penelitian dan laporan menyebutkan bahwa penggunaan drone tidak hanya mempercepat proses penyemprotan pupuk dan pestisida, tetapi juga mengurangi tenaga kerja serta meningkatkan efisiensi sehingga hasil akhirnya jauh lebih baik.
Baca Juga: Ini Peran Drone dalam Mengurangi Limbah Pestisida dan Pupuk
Jurnal Jatimas: Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat melaporkan bahwa petani bisa menyemprot hingga 4 hektare lahan per jam dengan drone dibandingkan metode manual yang jauh lebih lama. Waktu penyemprotan bisa berkurang signifikan, sehingga biaya tenaga kerja juga ikut menurun.
Ada pula penelitian di SMK Muhammadiyah Sentolo (Kabupaten Kulon Progo) yang menemukan bahwa penggunaan drone untuk pemupukan cair pada padi organik membuat proses jauh lebih cepat dibanding manual.
Jadi, temuan dari beberapa penelitian membuktikan bahwa drone pertanian bisa membantu mengatasi sedikit demi sedikit penurunan produktivitas, seperti yang dilaporkan oleh BPS.
Tips Meningkatkan Hasil Pertanian dengan Drone
Agar manfaat drone pertanian bisa maksimal, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Berikut tips yang bisa dilakukan berdasarkan penelitian dan praktik lapangan:
Perencanaan yang Matang
Selalu lakukan pemetaan lahan terlebih dulu menggunakan drone pemetaan yang dilengkapi kamera multispektral. Drone pertanian ini dikhususkan untuk mendeteksi kondisi kesehatan tanaman, area yang rawan hama, dan kelembapan tanah.
Dengan data tersebut, Anda bisa menentukan dosis pestisida yang tepat dan area target penyemprotan. Ini menghindari pemborosan pestisida dan pupuk, sehingga meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
Gunakan Metode Penyemprotan yang Sesuai
Drone pertanian yang canggih memiliki metode penyemprotan yang dapat diatur. Ada blanket spraying (merata), ada pula spot spraying (hanya titik tertentu saja).
Jika semua tanaman di suatu area menghadapi masalah serupa, gunakan blanket spraying. Sementara itu, spot spraying bisa digunakan jika area tertentu saja yang bermasalah.
Jadwalkan Penyemprotan di Waktu yang Tepat
Cuaca, suhu, dan angin mempengaruhi efektivitas penyemprotan pestisida. Hindari penyemprotan saat angin kencang atau hujan. Lebih baik lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari, saat udara relatif tenang agar butiran semprot tidak terlalu mudah terbawa angin (drift).
Optimalkan Penggunaan Drone Pemetaan
Drone yang dipakai untuk pemetaan dan pemantauan kesehatan tanaman sangat membantu untuk mengetahui bagian mana saja dari kebun yang perlu mendapat perlakuan khusus. Dengan demikian, intervensi pestisida bisa lebih tepat sasaran.
Skala dan Kapasitas yang Sesuai
Gunakan drone penyemprotan yang memiliki kapasitas dan aliran cairan sesuai dengan luas kebun. Artinya, jangan gunakan drone kecil untuk lahan yang sangat luas karena akan banyak waktu dan usaha yang hilang. Begitu pula, jangan pakai drone besar di lahan yang kecil.
Kesimpulan
Penurunan produksi pertanian menjadi dorongan bahwa petani perlu berinovasi agar produktivitas kembali meningkat. Berdasarkan penelitian, drone pertanian menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya tenaga kerja, dan membantu penyemprotan yang lebih tepat sasaran.
Dengan mengikuti tips di atas, manfaat drone pertanian dapat dirasakan secara nyata di lapangan. Jadi, sudahkah Anda siap untuk menggunakan drone pertanian guna mendapatkan panen yang lebih signifikan? Jangan ragu, JALATANI hadir untuk membantu Anda. JALATANI menawarkan penyewaan drone pertanian, baik untuk spraying, spreading, maupun pemetaan lahan. Mulai langkah pertama Anda dalam modernisasi pertanian bersama JALATANI dengan Klik di Sini.

