Kemajuan teknologi pertanian tidak hanya menghadirkan alat berat modern. Hal tersebut juga membawa revolusi baru lewat drone pertanian. Kini, banyak petani mulai beralih ke sistem penyemprotan otomatis yang lebih cepat, efisien, dan presisi.
Meski terlihat canggih, mengoperasikan drone pertanian sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Bagi pemula, kuncinya adalah memahami dasar-dasar penerbangan, menjaga keselamatan, dan mengenal kondisi terbaik untuk beroperasi di lahan.
Baca Juga: 9 Tips Perawatan Drone Pertanian agar Awet dan Tetap Optimal
Berikut panduan sederhana yang bisa menjadi langkah awal sebelum Anda menerbangkan drone pertanian:
Pahami Fungsi dan Komponen Utama

Pahami Fungsi dan Komponen Utama
Sebelum menyalakan drone, penting untuk mengenali bagian-bagian utamanya. Umumnya, drone pertanian memiliki:
– Tangki cairan untuk menampung pestisida atau pupuk cair.
– Nozzle untuk mengatur semprotan dan volume cairan.
– Rotor dan propeller sebagai penggerak utama.
– GPS dan sensor posisi untuk membantu navigasi otomatis.
– Remote controller atau aplikasi pengendali di tablet maupun smartphone.
Dengan memahami fungsi setiap bagian, operator akan lebih mudah melakukan pemeriksaan dan perawatan, serta menghindari kesalahan operasional.
Lakukan Pemeriksaan Sebelum Terbang
Sebelum terbang di lahan atau perkebunan, pastikan untuk melakukan pemeriksaan sederhana untuk memastikan drone benar-benar siap terbang. Beberapa hal yang harus Anda periksa, yaitu:
– Kondisi baterai drone dan remote control, pastikan terisi penuh.
– Kebersihan dan kelancaran nozzle.
– Koneksi GPS sudah stabil.
– Firmware drone dalam versi terbaru.
– Tangki cairan terpasang dengan benar dan tidak bocor.
Langkah ini terlihat sederhana, namun sangat penting untuk menghindari masalah seperti penyemprotan tidak merata atau drone kehilangan sinyal di udara.
Pilih Waktu dan Cuaca yang Tepat

Pilih Waktu dan Cuaca yang Tepat untuk Menerbangkan Drone Pertanian
Drone pertanian bekerja paling optimal pada kondisi cuaca cerah dengan angin lembut (di bawah 5 m/s). Hindari terbang saat hujan deras, kabut, atau angin kencang karena dapat memengaruhi stabilitas drone dan akurasi semprotan.
Selain itu, waktu terbaik untuk penyemprotan biasanya pagi atau sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan angin lebih tenang. Hal ini membantu mengurangi penguapan pestisida, sehingga penyemprotan menjadi lebih efektif.
Latihan Gerakan Dasar di Area Aman
Sebelum langsung terjun ke lahan produktif, sebaiknya lakukan latihan penerbangan di area terbuka yang aman seperti lapangan atau lahan kosong. Mulailah dengan melakukan gerakan-gerakan dasar, seperti:
– Take off dan landing secara vertikal.
– Hovering (melayang di udara) dengan stabil.
– Gerak maju-mundur dan belok perlahan mengikuti jalur semprot.
Latihan rutin membantu Anda mengenali respons kontrol dan memperkuat koordinasi tangan saat mengoperasikan drone di area luas.
Perhatikan Pola dan Ketinggian Terbang
Drone pertanian bekerja efektif pada ketinggian rendah, sekitar 2-4 meter di atas kanopi tanaman. Pada ketinggian ini, semprotan cairan akan tersebar merata dan tidak mudah terbawa angin.
Pastikan juga pola penyemprotan mengikuti jalur teratur agar tidak ada area yang terlewat atau justru disemprot ganda. Drone modern umumnya sudah dilengkapi sistem navigasi otomatis yang membantu menjaga lintasan agar tetap lurus dan efisien.
Selalu Patuhi Aturan dan Keselamatan

Patuhi Aturan dan Keselamatan untuk Drone Pertanian
Pastikan area penyemprotan aman dari orang, hewan, atau objek tinggi, seperti kabel listrik dan pohon besar. Hindari menerbangkan drone terlalu jauh dari jangkauan sinyal remot.
Jika bekerja di area perkebunan besar, koordinasikan jalur penerbangan dengan tim agar tidak terjadi tumpang tindih jalur semprot.
Kesimpulan
Menerbangkan drone pertanian tidak hanya soal teknologi, tapi juga disiplin dan keselamatan. Dengan memahami komponen, cuaca, ketinggian, serta pola semprot, petani dapat mengoptimalkan hasil pertanian tanpa risiko kerusakan alat atau pemborosan bahan kimia.
Teknologi ini menjadi langkah nyata menuju pertanian presisi yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.
Ingin merasakan langsung keuntungan menggunakan drone pertanian tanpa mengeluarkan modal yang terlalu besar? Manfaatkan saja jasa sewa Drone Pertanian dari Jalatani!
Jalatani menawarkan penyewaan drone pertanian, baik untuk spraying, spreading, serta pemetaan lahan dengan mode multispektral. Yuk, bertani lebih produktif dan efisien bersama Jalatani!
Klik di sini untuk tahu lebih lanjut mengenai berbagai layanan dari Jalatani!

